
Melalui persiapan selama 15 tahun, robot pertama yang mirip manusia ini meluncur ke luar angkasa pada Senin 1 November 2010 .
Bersama rombongan astronot yang menumpang pesawat ulang-alik Discovery, Robonaut 2, nama robot itu, akan bergabung dengan astronot dan kosmonot yang akan mangkal selama beberapa bulan di stasiun luar angkasa internasional.
Sesampainya di stasiun luar angkasa, robot senilai US$ 2,5 juta itu akan diuji untuk memastikan kemampuannya mengerjakan berbagai hal di kondisi tanpa gravitasi. Robot ini akan membantu tugas-tugas yang beresiko bagi manusia.
“Tantangan yang kita terima saat memulai proyek Robonaut adalah membangun sesuatu yang memiliki kemampuan menyelesaikan tugas-tugas cekatan seperti yang dikerjakan oleh manusia,” kata Rob Ambrose, Acting Chief of the Automation, Robotics, and Simulation Division, Johnson Space Center, NASA, seperti dikutip dari situs MSNBC.
Dari awal, robot ini dibuat untuk bisa menyelesaikan berbagai tugas dengan amanah, dan aman, berdampingan dengan manusia. Oleh karenanya, semua perangkat metal di sekujur tubuhnya dilapisi bahan empuk.



Ia memiliki jari, telapak tangan yang sama dengan manusia, sehingga bisa mencengkeram atau memegang amplop seperti manusia. Sensor-sensor di robot ini juga diprogram seaman mungkin.
Bila dalam bertugas robot merasakan obyek yang tak diharapkan, misalnya ia menabrak kepala astronot manusia, robot ini diprogram untuk segera menghentikan gerakannya. Bila ia merasakan tekanan atau pukulan dengan gaya yang cukup besar, ia akan segera mematikan dirinya.
Di awal-awal pengujian, robot yang dikendalikan lewat konsol mirip komputer itu, akan diberikan tugas-tugas ringan yang membosankan bagi manusia, semisal membersihkan susuran tangga atau membersihkan filter udara.
Berikutnya, robot ini akan diberi tugas yang semakin sulit termasuk untuk bermanuver di luar stasiun antariksa melakukan spacewalk dan perbaikan-perbaikan teknis.
“Proyek ini menunjukkan harapan terhadap masa depan generasi robot baik di luar angkasa maupun di bumi. Bukan sebagai pengganti manusia, namun sebagai pendamping yang bisa membantu berbagai aktivitas,” kata NASA.
Setelah itu, NASA belum memiliki niatan untuk membawa Robonout 2 untuk kembali ke bumi. Artinya, bagi robot itu, peluncuran Senin nanti, akan menjadi tiket satu arah ke ‘rumahnya’ di antariksa.
Video robonaut 2:
Artikel Terkait:
Teknologi
- Roda Falkrik, Satu-Satunya Lift Putar Untuk Pengangkutan Kapal Laut di Dunia
- Celana Dalam Penghasil Energi Listrik
- Benda Terbesar yang Pernah Dipindahkan Manusia
- 6 senjata sniper tercanggih di dunia
- Gorilla Glass Layar Ponsel Keren Anti Gores dan Pecah
- Daftar 10 Game PC terbaik di tahun 80-an
- 9 Terobosan Teknologi Transportasi yang Paling Aneh (atau Keren)
- Yves Rossy, Manusia Jet Dari Swiss
- Peta baru Counter Strike Markas Osama
- Robot Open Source Qbo dengan Sistem Operasi Linux
- Misteri Teknologi Modern di Masa Lalu (Zaman Purba)
- F-22 Raptor, Pesawat Tempur Tercanggih dan Paling Mematikan di Dunia
- Teknologi Kacamata Tembus Pandang Berhasil Diwujudkan
- Konsep Kota Masa Depan yang Menakjubkan
- Bangunan-Bangunan Spektakuler Hasil dari Kejeniusan Manusia
- Otak Buatan Akan Terealisasi 10 Tahun Lagi
- Kekuatan Raksasa Militer Indonesia 1960 Membuat Dunia Takut Kepada Indonesia
- “Fusi” nanotube menghasilkan tenaga
- Teknologi Laser Menciptakan Bentuk Metal yang Baru
- Kamera Tembus Pandang Berhasil Diciptakan
- 10 Teknologi Perintis Komputer Masa Kini
- Ilmuwan Berhasil Ciptakan Nyawa Tiruan
- Mengenal Android
- Asimo Robot Tercanggih di Dunia
0 komentar:
Posting Komentar